ITB! TERIMA KASIH!
Di ITB banyak orang aneh, orang gila. Bukan maksud mahasiswa-mahasiswinya yang aneh dan gila, tapi emang ada orang-orang freak berkeliaran di kampus sejauh gw kuliah di sini.
Ada ibu-ibu yang biasa disebut Dona, ngomongnya ngelantur. Kabarnya dulu dia kuliah di ITB, tapi DO terus gila. Ga tau sih asli atau ga. Kalau kronologisnya benar, ternyata semudah itu ya buat jadi orang gila. Tapi gw cuma liat doang, ga pernah berpapasan atau berkomunikasi secara langsung.
Pas gw kuliah tingkat 2, gw di parkiran belakang deket perpus mau ke gedung SR di depan. Pas gw berjalan, gw melihat ada bapak-bapak bercelana pendek, duduk di tangga tempat orang-orang biasa parkour. Awalnya bingung, ngapain dia duduk di situ. Dari arah berlawanan, datang segerombolan gadis-gadis. Gw melihat gelagat si bapak, tangan kanannya ke tengah-tengah selangkangan, lalu tangannya bergerak cepat… Sudah bisa ditebak kalau itu adalah eksibisionis.
Pernah juga waktu jalan masih dekat gerbang SR, gw lagi ngobrol ketawa-ketawa sama Arman, lalu ada bapak-bapak mendekati gw lalu dia… menyentuh lengan gw. Tanpa ngomong apa-apa dan berlalu. Arman bilang bahwa dia mendekati gw sambil nyengir-nyengir.
Di tingkat 3, sering papasan sama bapak-bapak berkacamata yang suka jalan-jalan di kampus. Dia suka mengajak bicara orang secara random. Omongannya random. Posisinya juga suka random. Gw pernah waktu itu lagi pake T-shirt bergambar The Beatles, berjalan masuk gerbang SR. Lalu bertemu dia dan tiba-tiba menunjuk dada gw (apa ga kaget lo) sembari berkata, “Wah, Otong Lennon! Eh, John Lennon! Haha.” Gw malah ketawa canggung “HIAHAHAHAHA” terus ngacir cepet banget, belok menjauhi bapak itu. Gw kira cukup sampai di situ keanehan yang ditebarkan bapak itu…
Sampai kemarin sore. Gw dan Jovan naik angkot, ternyata ada dia. Kami bertiga duduk sebaris tapi dipisahkan orang-orang. Gw lega karena dengan begitu dia tidak bisa mengajak kami berbicara. Si bapak itu turun duluan, entah di depan UNISBA atau dimana, seinget gw kampus orang deh. Sehabis dia membayar ke supir angkot, dia dadah-dadah ke gw dan Jovan sambil berkata, “ITB! TERIMA KASIH! TERIMA KASIH ITB!” Semua penumpang melirik ke arah kami. Ternyata dia hafal kalau gw dan Jovan anak ITB, lebih spesifiknya lagi dia tau kami anak SR.
Kayaknya gw mudah sekali didekati bapak-bapak aneh.
-
bumblebeebaa liked this
-
michanmechon said:
BAPAK-BAPAK KEMAREN, PUT, YANG MENYAPA GUE KARNA KAOS KMSR?!
-
kurobakun14 reblogged this from putrithewicked
-
kurobakun14 liked this
-
febheart liked this
-
restlessvoyager reblogged this from holybacang and added:
hahahah si pak Umar
-
dianydai liked this
-
thealaysundayist reblogged this from holybacang
-
holybacang reblogged this from cungcungek and added:
HAHAHHAHAHA PUUUUT PUTTT...ITB, saya juga berterima kasih karena isu studio dikunci cuma...
-
cungcungek reblogged this from sarahsoeprapto and added:
NAH INI DIA YANG BARU AJA JUGA KEJADIAN SAMA GUA!! Kemaren, di selasar ATM Center, kan anak-anak SBM lagi pada garage...
-
sarahsoeprapto reblogged this from putrithewicked and added:
HAHAHHAHAHA PUUUUT PUTTT
-
putrithewicked posted this
